EDARAN DIRJEN DIKDASMEN PENGADAAN BARANG DAN JASA (PBJ) DI SEKOLAH HARUS MELALUI SIPLAH




Edaran  Dirjen  Dikdasmen  Pengadaan  Barang  Dan  Jasa  (PBJ)  di Sekolah harus Melalui SIPLah. Sistem Informasi Pengadaan di Sekoiah (SIPLah)  merupakan  katalog  elektronik  sekolah  di  bawah  kewenangan dan  pengeiolaan  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan,  yang bekerjasama dengan operator pasar daring yang telah ditetapkan.



Berdasarkan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  3 Tahun  2019  tentang  Petunjuk  Teknis  Bantuan  Operasional  Sekolah sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan  Nomor  18  Tahun  2019  tentang  Perubahan  atas  Peraturan Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  3  Tahun  2019  tentang Petunjuk  Teknis  Bantuan  Operasional  Sekolah  Reguler  serta  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang  Digunakan  oleh  Satuan  Pendidikan,  disampaikan  hal-hal  sebagai berikut:

1.   Realisasi  dana  BOS  melalui  mekanisme  pengadaan  barang  /  jasa (PBJ)  sekolah  dalam  jaringan  (daring)  dengan  nilai  transaksi  paling banyak  Rp50.000.000,00  (lima  puluh  juta  rupiah)  dilaksanakan melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).

2.   Pelaksanaan  pengadaan  barang/jasa  sekolah  melalui  SIPLah mengacu  pada  ketentuan  pengadaan  barang/jasa  yang  diatur  dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tentang  Petunjuk  Teknis  Bantuan  Operasional  Sekolah  (BOS) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nomor  18  Tahun  2019  tentang  Perubahan  atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tentang  Petunjuk  Teknis  Bantuan  Operasional  Sekolah  Reguler. Berkenaan  dengan  hal  tersebut,  sekolah  harus  memperhatikan  tiga (3) aspek utama, yaitu:
a. Ketentuan terkait barang/jasa yang diadakan melalui SIPLah
b. Ketentuan terkait harga transaksi dalam SIPLah
c. Ketentuan terkait pemilihan penyedia barang/jasa dalam SIPLah

3.   Pelaksanaan  pengadaan  barang/jasa  yang  diadakan  melalui  SIPLah sebagaimana  dimaksud  pada  angka  2  huruf  a,  sekolah  harus memastikan  bahwa  barang/jasa  yang  dibeli  oleh  sekolah  merupakan barang/jasa  yang  legal  dan  tidak  bertentangan  ketentuan  peraturan perundangan-undangan  yang  berlaku,  prinsip,  nilai,  dan  norma termasuk ketentuan komponen pembiayaan BOS sebagaimana diatur dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  3 Tahun  2019  tentang  Petunjuk  Teknis  Bantuan  Operasional  Sekolah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler.

4.   Dalam  hal  pelaksanaan  pengadaan  sebagaimana  dimaksud  pada angka 2 huruf a:
a.   Buku  yang  diterbitkan  oleh  Kementerian  Pendidikan  dan Kebudayaan,  harus  dinyatakan  lolos  telaah  kelayakan  oleh Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  sesuai  dengan Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  8  Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan;
b.   Buku yang diterbitkan oleh penerbit swasta, harus dinyatakan lolos penilaian  kelayakan  oleh  Kementenan  Pendidikan  dan Kebudayaan  atau  Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

5.    Pelaksanaan  pengadaan  barang/jasa  dengan  ketentuan  terkait  harga transaksi  dalam  SIPLah  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  2  huruf b, sekolah harus memastikan bahwa:
a.   Sekolah  mencari  data/informasi  atas  kewajaran  harga  barang/jasa meialui  harga  pasar  setempat,  informasi  resmi  instansi pemerintah,  atau  informasi  lain  yang  dapat dipertanggungjawabkan.
b.   Sekolah  melakukan  perbandingan  dan/atau  negosiasi  kepada penyedia  barang/jasa  sehingga  tercapai  kesepakatan  harga  yang dapat dipertanggungjawabkan.
c.    Dalam  hal  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  telah menetapkan acuan harga resmi seperti harga eceran tertinggi, tarif resmi,  negosiasi  kontrak  payung,  atau  acuan  harga  resmi  lain, maka  harga  resmi  digunakan  sebagai  harga  acuan  negosiasi sekolah  kepada  penyedia  barang/jasa  sesuai  dengan  ketentuan zona setempat, tanpa penambahan ongkos kirim.
d.   Dalam  hal  harga  resmi  sebagaimana  poin  huruf  c  belum  termasuk komponen  ongkos  kirim,  maka  dapat  ditambahkan  komponen ongkos  kirim  pada  harga  acuan  negosiasi  dengan  tetap memperhatikan batas kewajaran total harga yang dibayarkan oleh sekolah.

6.   Pelaksanaan  pengadaan  harang/jasa  dengan  ketentuan  terkait pemilihan  penyedia  barang/jasa  dalam  SIPLah  sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf c, sekolah harus memastikan bahwa:
a.   Penyedia  barang/jasa  dalam  SIPLah  diutamakan  untuk  usaha
mikro  dan  usaha  kecil  dengan  keharusan  memiliki  Nomor  Pokok Wajib Pajak (NPWP).
b.   Sekolah  menginformasikan  dan  mendorong  kepada  penyedia barang/jasa di mana sekolah sebelumnya belanja kepada mereka secara  luar  jaringan  (luring)  untuk  mendaftarkan  diri  ke  dalam SIPLah.
c.    Dalam hal sekolah tidak menemukan penyedia dalam SIPLah atas barang/jasa yang akan diadakan, sekolah mencari calon penyedia barang/jasa  secara  luring  untuk  kernudian  memastikan  penyedia terdaftar dalam SIPLah sebelum dilaksanakan transaksi.
d.   Dalam  hal  sekolah  menemukan  penyedia  barang/jasa  di  luar jaringan SIPLah dengan total harga yang dibayarkan lebih rendah, sekolah memastikan penyedia yang bersangkutan terdaftar dalam SIPLah sebelum dilaksanakan transaksi.

7.   Untuk  informasi  lebih  lanjut  dan  pengaduan  terkait  pelaksanaan SIPLah,  termasuk  kendala  pendaftaran  calon  penyedia  harang/jasa dalam  SIPLah.  dapat  mengunjungi  laman https://siplah.kemdikbud.go.id  atau  email pemantauan.pbj@kemdikbud.go.id.


Pedoman atau Tata Cara PBJ Di Sekolah Melalui SIPLahBerikut  ini  Pedoman  atau  Tata  Cara  Pengadaan  Barang  dan  Jasa (PBJ)  di  Sekolah  Melalui  SIPLah.  Pedoman  umum  tata  cara Pengadaan  Barang/Jasa  melalui  SIPLah  atau  Pedoman  tata  cara penggunaan  aplikasi  SIPLah  terdiri  atas  tiga  (3)  bisnis  proses  utama, yaitu: registrasi penyedia barang/jasa sekolah, pelaksanaan belanja, dan serah terima/pembayaran.
A.   Registrasi Penyedia Barang/Jasa Sekolah
1.   Penyedia  barang/jasa  melakukan  akses  ke  laman  SIPLah  melalui https://bos.kemdikbud.go.id.
2.   Penyedia  barang/jasa  memilih  salah  satu  /  beberapa  operator pasar daring dan membuka laman operator pasar daring.
3.   Penyedia barang/jasa mengisikan data sebagai berikut:
a.   Badan Hukum
1) Nama Resmi
2) Nomor Pokok Wajib Pajak
3) Alamat Lerigkap
4) Nama Penandatangan
5) Jabatan Penandatangan
6) Nomor Telepon
7) Alamat Surat Elektroriik
8) Nomor Rekening

b.   Individu
1) Nama Resmi
2) Nomor Induk Kependudukan
3) Nomor Pokok Wajib Pajak
4) Alamat Lengkap
5) Nomor Telepon
6) Alamat Surat Elektronik
7) Nomor Rekening

4.   Operator  pasar  daring  melakukan  verifikasi  terkait  data  yang dikirimkan.
5.   Dalam hal penyedia barang/jasa terverifikasi, operator pasar daring mengirimkan  notifikasi  penyedia  barang/jasa  atas  keberhasilan registrasi.


B.   Pelaksanaan Belanja
1.   Sekolah  melakukan  akses  laman  SIPLah  melalui https://bos.kemdikbud.go.id dan login dengan SSO Dapodik.
2.   Sekolah  memillh  salah  satu  /  beberapa  operator  pasar  daring  dan membuka laman operator pasar daring.
3.   Sekolah melakukan pencanaan penawaran barang/jasa.
4.   Sekolah  dapat  melakukan  perbandingan  penawaran  barang/jasa melalui SIPLah, menurut barang/jasa, harga, pengiriman, penjual.
5.   Sekolah memasukan permintaan negosiasi.
6.   Dalam  hal  penyedia  barang/jasa  menyepakati  negosiasi,  penyedia barang/jasa mengirimkan kesepakatan negosiasi kepada sekolah.
7.   Dalam  hal  penyedia  barang/jasa  tidak  menyepakati  negosiasi, penyedia  barang/jasa  mengirimkan  penolakan  negosiasi  kepada sekolah.
8.   Sekolah  melakukan  pesanan  berdasarkan  hasil  kesepakatan negosiasi.
9.   Penyedia barang/jasa melakukan persetujuan pesanan.10.  Sekolah  menerima  notifikasi  dan  dapat  melakukan  pemantauan status  pesanan:  disetujui  oleh  penjual,  diproses  oleh  penjual,  dikirim oleh  penjual,  status  proses  pengiriman  atas  hasil  pemantauan pembeli masih dapat melakukan pembatalan pesanan.

C.   Serah Terima dan PembayaranSerah  Terima  terima  barang/jasa  dilakukan  dengan  ketentuan  sebagai berikut:
1.   Pada  saat  pengiriman  barang  ke  sekolah,  penyedia  barang/jasa sekolah  melampirkan  dokumen  Berita  Acara  Serah  Terima  (BAST) yang telah ditandatangani oleh penyedia.
2.   Sebelum  menandatangani  BAST,  bendahara  sekolah  melakukan pemeriksaan atas hasil pengadaan barang/jasa.
3.   Apabila  barang  yang  dikirim  tidak  sesuai  dengan  ketentuan  yang tertuang  dalam  kontrak/perjanjian,  bendahara  sekolah  meminta penyedia  barang/jasa  untuk  memperbaiki  dan/atau  melengkapi kekurangan dalam jangka waktu yang disepakati bersama.
4.   Dalam  hal  pekerjaan  telah  sesuai  dengan  ketentuan  yang  tertuang dalam  spesifikasi  kontrak/perjanjian,  bendahara  sekolah menandatangani BAST.
5.   Bendahara sekolah menyimpan BAST sebagai kelengkapan dokumen pertanggungjawaban.

Pembayaran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
1.   Dalam  hal  bendahara  sekolah  menandatangani  BAST,  bendahara sekolah  mengajukan  permohonan  pembayaran  kepada  kepala sekolah.
2.   Kepala  sekolah  melakukan  pemeriksaan  terhadap  dokumen permintaan pembayaran.
3.   Dalam  hal  kepala  sekolah  menyetujui,  bendahara  sekolah  melakukan pembayaran secara non tunai.


Link Download Surat Edaran dan Panduan Penggunaan SIPLah (DISINI)


Demikian  informasi  tentang  Edaran  Dirjen  Dikdasmen  Pengadaan Barang  dan  Jasa  (PBJ)  Di  Sekolah  Harus  Melalui  SIPLah  dan  atau Pedoman  tata  cara  penggunaan  aplikasi  SIPLah  atau  Pedoman  /  Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Di Sekolah Melalui SIPLah. (sumber: ainamulyana.blogspot.com)



Berlangganan update artikel terbaru :

Belum ada Komentar untuk "EDARAN DIRJEN DIKDASMEN PENGADAAN BARANG DAN JASA (PBJ) DI SEKOLAH HARUS MELALUI SIPLAH"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel