Mengenal Tentang Social Distancing


Semakin  bertambahnya  korban  akibat  dari  penyebaran virus corona, yang memaksa seluruh lapisan untuk bersatu melawan  corona,  himbauan  untuk  melakukan  social distancing  seakan  tak  gubris.  Dengan  berbagai  alasan, himbauan  untuk  melakukan  social  distancing  tetap  tidak dilakukan.  Apakah  karena  keberanian,  apakah kepercayaan  pada  Tuhan,  atau  apa  yang  membuat seakan  tidak  menghiraukan  pandemi  corona.  Pada postingan  kali  ini  saya  mencoba  share  terkait  social distancing,  semoga  dengan  pemahaman  yang  lebih  baik, kita bisa menghambat penyebaran virus corona. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.


https://sdnsobangsatu.blogspot.com/


Apa Itu Social Distancing?
Social  distancing  merupakan  salah  satu  langkah pencegahan  dan  pengendalian  infeksi  virus  Corona  dengan menganjurkan  orang  sehat  untuk  membatasi  kunjungan  ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain.

Ketika  menerapkan  social  distancing,  seseorang  tidak diperkenankan  untuk  berjabat  tangan  serta  menjaga  jarak setidaknya  1  meter  saat  berinteraksi  dengan  orang  lain, terutama  dengan  orang  yang  sedang  sakit  atau  berisiko tinggi menderita COVID-19.
Selain  itu,  ada  beberapa  contoh  penerapan  social distancing yang umum dilakukan, yaitu:
  • Bekerja dari rumah (work from home)
  • Menunda  pertemuan  atau  acara  yang  dihadiri  orang banyak,  seperti  konferensi,  seminar,  dan  rapat,  atau melakukannya  secara  online  lewat  konferensi  video atau teleconference
  • Tidak  mengunjungi  orang  yang  sedang  sakit, melainkan cukup melalui telepon atau video call


Social  Distancing  Berbeda  dengan  Self-Quarantine dan Self-Isolation
Selain social distancing,  ada  pula  istilah  lain  yang  berkaitan dengan  upaya  pencegahan  infeksi  COVID-19,  yaitu  self- quarantine dan self-isolation. Berikut adalah penjelasannya:


Self-quarantine
Self-quarantine  ditujukan  kepada  orang  yang  berisiko  tinggi terinfeksi  virus  Corona,  misalnya  pernah  kontak  dengan penderita COVID-19, tetapi belum menunjukkan gejala.
Orang  yang  menjalani  self-quarantine  harus mengarantinakan  diri  sendiri  dengan  tetap  berada  di  rumah selama 14 hari.
Dalam  masa  ini,  orang  yang  menjalani  self- quarantine diminta untuk tidak menerima tamu, tidak berbagi penggunaan  alat  makan  dan  alat-alat  pribadi  dengan  orang lain,  menjaga  jarak  setidaknya  1  meter  dengan  orang  yang tinggal  serumah,  mengenakan  masker  saat  berinteraksi dengan orang lain, serta selalu menjaga kebersihan diri dan sering mencuci tangan.


Self-isolation
Self-isolation  diberlakukan  pada  orang  yang  sudah  terbukti positif  menderita  penyakit  COVID-19.  Biasanya,  self- isolation  merupakan  upaya  penanganan  alternatif  ketika rumah  sakit  tidak  mampu  lagi  menampung  pasien  COVID- 19.  Menerapkan  self-isolation  tidak  bisa  sembarangan  dan harus dengan arahan dokter.
Dalam  prosesnya,  penderita  COVID-19  harus  mengisolasi dirinya  sendiri  di  ruangan  atau  kamar  khusus  di  rumah  dan tidak  diperkenankan  keluar  agar  tidak  menularkan  virus Corona kepada orang lain.
Siapa  pun  yang  ingin  berinteraksi  langsung  dengan penderita  hanya  diperkenankan  selama  15  menit  dan  harus mengenakan masker atau alat pelindung diri, serta menjaga jarak sejauh 1 meter.
Barang  yang  digunakan  penderita,  mulai  dari  sikat  gigi hingga tempat makan, harus dibedakan dengan barang yang digunakan oleh orang lain yang tinggal serumah dengannya. Penderita  pun  wajib  untuk  selalu  mengenakan  masker, terutama saat berinteraksi dengan orang lain.


Persiapan untuk Melakukan Social Distancing
Ada  beberapa  hal  yang  perlu  Anda  persiapkan  sebelum menjalani social distancing atau pembatasan sosial, yaitu:
1.    Merencanakan kegiatan
Anda mungkin sudah terbiasa beraktivitas, misalnya belanja, tanpa  perlu  khawatir  ramai  atau  tidaknya  tempat  yang  Anda kunjungi.  Namun,  di  masa  pembatasan  sosial  ini,  hal tersebut harus direncanakan ulang. Pasalnya, berkunjung ke tempat ramai akan meningkatkan risiko Anda terjangkit virus Corona.
Jika  Anda  memang  harus  datang  ke  tempat  umum,  pilihlah waktu  berkunjung  di  luar  jam  sibuk.  Misalnya,  ketika  Anda ingin  membeli  kebutuhan  rumah  di  pusat  perbelanjaan, datanglah  di  siang  hari  pada  hari  biasa  dan  bukan  di  akhir pekan.

2.    Menyediakan obat-obatan yang diperlukan
Jika Anda menderita penyakit tertentu dan sedang menjalani pengobatan,  pastikan  Anda  memiliki  persediaan  obat  yang biasa Anda gunakan. Bila perlu, pasok obat-obatan lain juga, misalnya  paracetamol  untuk  meredakan  nyeri  dan  demam. Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit atau ke apotik jika obat tersebut habis.

3.    Memenuhi kebutuhan harian
Persiapkan  stok  makanan,  sabun,  disinfektan,  dan kebutuhan  sehari-hari  lainnya  dalam  jumlah  yang secukupnya.  Hindari  punic  buying  atau  membeli  barang secara  berlebihan.  Jika  Anda  dan  anggota  keluarga  Anda sehat, tidak perlu menyiapkan stok masker.

Saat  membeli  makanan,  pilih  dan  konsumsilah  makanan bergizi seimbang yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, seperti  buah-buahan  dan  sayuran,  kemudian  simpan makanan yang sudah Anda beli di dalam wadah yang bersih dan letakkan di kulkas.

4.    Mempersiapkan akses internet
Jika  Anda  harus  belajar  atau  bekerja  dari  rumah,  akses internet  tentu  merupakan  hal  penting  yang  perlu  Anda persiapkan.  Agar  proses  belajar  atau  bekerja  tetap  lancar, sediakanlah  Wi-Fi  atau  kuota  internet  yang  cukup  dan memiliki kecepatan yang stabil.
Selain  untuk  membantu  Anda  belajar  atau  bekerja,  internet juga  bisa  Anda  manfaatkan  untuk  mencari  informasi  terbaru perihal  situasi  wabah  virus  Corona  atau menjalankan aplikasi online untuk keperluan sehari-hari.


Social distancing mungkin akan menyebabkan aktivitas Anda terganggu.  Namun, cara  ini  cukup  efektif  untuk  mencegah penyebaran virus Corona yang kini sedang mewabah. Jika Anda berisiko tinggi tertular virus Corona dan mengalami demam yang disertai gejala pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit  tenggorokan,  dan  sesak  napas,  segeralah  temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Untuk  mengetahui  seberapa  besar  kemungkinan  Anda  telah terinfeksi  virus  corona,  cobalah  fitur  cek  risiko  virus Corona  yang  disediakan  secara  gratis  oleh  Alodokter.  Bila masih  ragu,  Anda  bisa  chat  langsung  dengan  dokter  di aplikasi  Alodokter,  sekaligus  membuat  janji  konsultasi dengan dokter di rumah sakit bila memang diperlukan.


Kesadaran  Anda  dalam  menjaga  kebersihan  dan menjalankan upaya pencegahan virus Corona memiliki peran yang  sangat  besar  dalam  mengatasi  wabah  COVID-19. Mulailah  menerapkan  social  distancing  dari  sekarang  demi melindungi diri Anda, keluarga, dan orang lain.



Demkian  postingan  kali  ini mengenai Mengenal Tentang Social Distancing,  semoga  dengan mengenal dan memahami tentang social distancing kita bisa bersama-sama untuk menghambat penyebaran virus corona. Terima kasih semoga bermanfaat. (sumber: www.alodokter.com).

Berlangganan update artikel terbaru :

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Tentang Social Distancing"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel