Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020


Sebelumnya admin telah membagikan postingan mengenai Juknis Penulisan Ijazah RA MI MTs dan MA Tahun 2020, pada kesempatan kali ini admin melanjutkan postingan tersebut yaitu tentang Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020 yang bisa sahabat jadikan referensi dalam penulisan data di dalam ijazah. 
Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020



Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor  5  Tahun 2020 tentang Perubahan  Atas  Peraturan  Sekretaris  Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Bentuk, dan Tata Cara Pengisian Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2019/2020.

TATA CARA PENGISIAN BLANGKO IJAZAH

A.   Tata Cara Pengisian Blangko Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB.
1.    Petunjuk Umum Pengisian Blangko Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB sebagai berikut.
a.    Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB diterbitkan oleh Satuan Pendidikan yang bersangkutan.
b.    Terdapat  tiga  jenis  Ijazah,  yaitu:  Ijazah  untuk  sekolah  yang menggunakan  kurikulum  2006,  Ijazah  untuk  sekolah  yang menggunakan kurikulum 2013, dan Ijazah untuk SPK dengan kode Blangko sebagai berikut. 
Contoh Kode Blangko:


c.      Ijazah terdiri dari 2 muka dicetak bolak-balik, dimana identitas dan redaksi di halaman muka, hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang.
d.     Ijazah Satuan Pendidikan diisi oleh panitia penulisan Ijazah yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
e.     Pengisian Ijazah menggunakan tulisan tangan dengan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah dibaca menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.
f.       Jika terjadi kesalahan  dalam  pengisian  Ijazah  tidak  boleh dicoret, ditimpa, atau dihapus, melainkan harus diganti dengan Blangko Ijazah yang baru, untuk itu perlu kehati-hatian dalam penulisan.
g.     Ijazah  yang  mengalami  kesalahan  pengisian  disilang  dengan tinta  warna  hitam  pada  kedua  sudut  yang  berlawanan pada halaman muka dan belakang.
1.    Setelah  seluruh  pengisian  Blangko  Ijazah  selesai,  Ijazah yang  salah  tersebut dimusnahkan  dengan disertai berita acara pemusnahan.
2.    Proses pemusnahan Blangko Ijazah dilakukan oleh Satuan Pendidikan, yang disaksikan oleh Kepala Sekolah dan pihak kepolisian.
3.    Berita acara  pemusnahan  Blangko  Ijazah  sebagaimana dimaksud angka 1) dan angka 2) di atas, ditandatangani oleh kepala sekolah dan pihak kepolisian oleh   pejabat   dinas   pendidikan   provinsi   dan   pihak kepolisian.
l.      Dalam hal terdapat kesalahan penulisan dalam Ijazah setelah sisa    Blangko  Ijazah  dimusnahkan,  maka  dapat  melakukan perbaikan dengan menerbitkan surat keterangan oleh Kepala Satuan Pendidikan yang bersangkutan.
m.  Satuan pendidikan, dinas pendidikan kabupaten/kota/ provinsi tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah yang sah dengan alasan apapun.
n.    Siswa pemilik Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB yang sudah pindah domisili, dapat mengambil Ijazah ke satuan pendidikan yang menerbitkan

2.    Petunjuk Khusus Pengisian  Halaman  Depan  Blangko  Ijazah  SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB sebagai berikut.
a.    Pengisian halaman depan untuk Blangko Ijazah SD, SILN yang berbentuk SD, dan SPK yang berbentuk SD sebagai berikut.
Gambar Pengisian Blangko SD 

b.    Keterangan petunjuk khusus pengisian halaman depan Blangko Ijazah SD, sebagaimana dimaksud pada Gambar sebagai berikut.
1)        Angka 1 diisi  dengan  nama  sekolah  bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.
2)        Angka 1a pada Ijazah SPK diisi nama program/peminatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku
3)        Angka 2 diisi dengan nomor pokok sekolah nasional yang menerbitkan Ijazah.
4)        Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*. Diisi dengan nama nomenklatur kabupaten/kota.
5)        Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
6)        Angka   5   diisi   dengan   nama   siswa   pemilik   Ijazah menggunakan huruf kapital. Nama harus sama  dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari Satuan Pendidikan jenjang dibawahnya.
7)        Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik  Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang- undangan atau Ijazah yang diperoleh dari Satuan Pendidikan jenjang dibawahnya.
8)        Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
9)        Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
10)     Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak  oleh   sistem   di   Kementerian   Pendidikan   dan Kebudayaan.
11)     Angka 10 khusus untuk Ijazah pendidikan luar biasa diisi dengan jenis kekhususan peserta didik, yang terdiri dari hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan berpikir, hambatan fisik, autis dan disabilitas majemuk.
12)     Angka 11 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan.
13)     Angka 12 diisi  dengan  tanggal  penerbitan  ijazah  oleh satuan pendidikan.
14)     Angka 13 diisi dengan nama Kepala Sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan. Bagi Kepala Sekolah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diisi dengan menyertai Nomor Induk  Pegawai  (NIP),  sedangkan  Kepala  Sekolah  yang bukan berstatus PNS diisi satu buah strip (-). Pengisian juga memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
a.     dalam hal tidak terdapat Kepala Sekolah yang definitif atau     karena  satu  dan  lain  hal  sehingga  Kepala Sekolah tidak dapat menandatangani ijazah, maka pengisian dapat dilakukan sesuai dengan surat BSNP Nomor    0081/SDAR/BSNP/VIII/2017     tanggal     1 Agustus  2017,  perihal  Penandatangan  SHUN  dan Ijazah  yaitu  Ijazah  dapat  ditandatangani  oleh Pelaksana Tugas (PLT) dengan mandat khusus untuk menandatangani ijazah dari pejabat tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang berwenang untuk mengangkat Kepala Sekolah; dan
b.     penandatanganan   Ijazah   dan   SHUN   sebagaimana dimaksud pada huruf a) tidak perlu mencantumkan tulisan “Plt” atau “Pelaksana Tugas” pada kolom nama atau jabatan.
15)     Angka 14 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.
16)     Angka 15 ditempelkan Pasfoto peserta didik yang terbaru ukuran 3cm x 4cm hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik Ijazah serta stempel menyentuh pasfoto.
17)     Nomor Ijazah adalah sistem pengkodean pemilik Ijazah yang mencakup   kode   penerbitan kode jenis Satuan Pendidikan, kode kurikulum yang digunakan, dan nomor seri dari setiap pemilik Ijazah.
Keterangan sistem pengkodean untuk Ijazah Satuan Pendidikan   sebagai berikut.

a)     Kode penerbitan:
1)     Dalam Negeri(DN)
2)     Luar Negeri (LN)
3)     Kode  DN  untuk  Ijazah  yang  diterbitkan  oleh sekolah  di  dalam  negeri,  diikuti  dengan  nomor urut kode provinsi, kecuali SDLB, SMPLB, dan SMALB.         

Nomor urut kode Provinsi sebagai berikut:
a)     DN-01 = Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
b)     DN-02 = Provinsi Jawa Barat;
c)     DN-03 = Provinsi Jawa Tengah;
d)     DN-04 = Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;
e)     DN-05 = Provinsi Jawa Timur;
f)      DN-06 = Provinsi Aceh;
g)     DN-07 = Provinsi Sumatera Utara;
h)     DN-08 = Provinsi Sumatera Barat;
i)       DN-09 = Provinsi Riau;
j)       DN-10 = Provinsi Jambi;
k)     DN-11 = Provinsi Sumatera Selatan;
l)       DN-12 = Provinsi Lampung;
m)   DN-13 = Provinsi Kalimantan Barat;
n)     DN-14 = Provinsi Kalimantan Tengah;
o)     DN-15 = Provinsi Kalimantan Selatan;
p)     DN-16 = Provinsi Kalimantan Timur;
q)     DN-17 = Provinsi Sulawesi Utara;
r)      DN-18 = Provinsi Sulawesi Tengah;
s)     DN-19 = Provinsi Sulawesi Selatan;
t)      DN-20 = Provinsi Sulawesi Tenggara;
u)     DN-21 = Provinsi Maluku;
v)     DN-22 = Provinsi Bali;
w)    DN-23 = Provinsi Nusa Tenggara Barat;
x)     DN-24 = Provinsi Nusa Tenggara Timur;
y)     DN-25 = Provinsi Papua;
z)     DN-26 = Provinsi Bengkulu;
aa)  DN-27 = Provinsi Maluku Utara;
bb)  DN-28 = Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
cc)   DN-29 = Provinsi Gorontalo;
dd)  DN-30 = Provinsi Banten;
ee)  DN-31 = Provinsi Kepulauan Riau;
ff)     DN-32 = Provinsi Sulawesi Barat;
gg)  DN-33 = Provinsi Papua Barat; dan
hh)  DN-34 = Provinsi Kalimantan Utara.

4)     Kode LN untuk Ijazah yang diterbitkan oleh SILN.
a)     Jenis Satuan Pendidikan, meliputi:
1)    SD = SD;
2)    SDLB = SDLB;
3)    SMP = SMP;
4)    SMPLB = SMPLB;
5)    SMA = SMA; dan
6)    SMALB = SMALB.

b)   Kode kurikulum, meliputi:
1)     06 untuk SD, SMP, dan SMA kurikulum 2006;
2)     13 untuk SD, SMP, dan SMA kurikulum 2013; dan
3)     SPK untuk Satuan Pendidikan Kerjasama.

c)    Nomor Seri Pemilik Ijazah terdiri atas tujuh digit dengan rentang angka 0000001 sampai dengan 9999999.

Untuk lebih jelasnya silahkan download/unduh Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020 melalui link dibawah ini:


Demikian tentang Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020, semoga dapat bermanfaat dan terima kasih sudah mampir, jangan lupa bagikan ke teman yang membutuhkan informasi..

Berlangganan update artikel terbaru :

Belum ada Komentar untuk "Juknis Penulisan Ijazah dan Contoh Blangko Ijazah Jenjang SD SMP SMA SMK Tahun 2020"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel