ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT HARTA ATAU MAL




A. Zakat Fitrah
Setiap  muslim  wajib  membayar  zakat  fitrah untuk  dirinya  dan  orang  yang  dalam tanggungannya  sebanyak  satu  sha'    (+-  3  kg) dari  bahan  makanan  yang  berlaku  umum  di daerahnya.  Di  Indonesia  umum  2,5  Kg  atau 3,5  liter  Beras.  Zakat  tersebut  wajib  baginya jika  masih  memiliki  sisa  makanan  untuk  diri  dan  keluarganya  selama sehari semalam. Zakat tersebut lebih diutamakan dari sesuatu yang lebih bermanfaat bagi fakir miskin.



Besar  zakat  fitrah  sebanyak  2,5  Kg  atau  3,5  Liter  Beras,  jika  di  uangkan untuk  Zakat  fitrah  tahun  2019  adalah  sebesar  antara  Rp.  30.000,-  Rp. 40.000  per  jiwa.  Jadi  ketentuan  zakat  fitrah  tahun  2019  jika  diuangkan berkisar antara Rp. 30.000 - Rp. 40.000,- per jiwa (tetapi tergantung jenis Beras  yang  kita  makan  sehari-hari,  bisa  jadi  nilai  lebih  besar  dari perhitungan tersebut).

Diantara dalil yang menganjurkan untuk menunaikan zakat fitrah adalah:
1.    Firman  Allah  Ta'ala  :  "Sesungguhnya  beruntunglah  orang  yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat" (Al-A'la: 14-15)
2.    Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu, ia  berkata  :  "Rasulullah  shallallahu  'alaihi  wasallam  telah  mewajibkan zakat  fitrah  bagi  orang  merdeka  dan  hamba  sahaya,  laki-laki  dan perempuan,  anak-anak  dan  orang  dewasa  dari  kaum  muslimin.  Beliau memerintahkan  agar  (zakat  fitrah  tersebut)  ditunaikan  sebelum  orang- orang melakukan shalat 'Id (hari Raya)" (Muttafaq 'Alaih)

Adapun  waktu  pengeluarannya  yang  paling  utama  adalah  sebelum shalat  'Id,  boleh  juga  sehari  atau  dua  lari  sebelumnya,  dan  tidak boleh mengeluaran zakat fitrah setelah hari Raya.

Dari  Ibnu  Abbas  radhiallahu  'anhuma  :  "Rasulullah  shallallahu  'alaihi wasallam  telah  mewajibkan  zakat  fihrah  sebagai  penyuci  orang  yang berpuasa  dari  kesia-siaan  dan  ucapan  kotor,  dan  sebagai  pemberian makan kepada fakir miskin.

"Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum shalat 'Id, maka zakatnya diterima,  dan  barang  siapa  yang  membayarkannya  setelah  shalat  'Id maka  ia  adalah  sedekah  biasa.  "(HR.  Abu  Daud  dan  Ibnu  Majah)  (Dan diriwayatkan pula Al Hakim, beliau berkata : shahih menurut kriteria Imam Al-Bukhari.)

Menurut  pendapat  jumhur  ulama,    zakat  fitrah  tidak  boleh  diganti dengan uang. Zakat fitrah tidak boleh diganti dengan nilai uang atau nominalnya.  Berdasarkan  hadits  Abu  Said  Al  Khudhri  yang menyatakan  bahwa  zakat  fithrah  adalah  dari  limajenis  makanan pokok  (Muttafaq  'Alaih).  Dan  inilah  pendapat  jumhur  ulama. Selanjutnya  sebagian  ulama  menyatakan  bahwa  yang  dimaksud adalah  makanan  pokok  masing-masing  negeri.  Pendapat  yang melarang  mengeluarkan  zakat  fithrah  dengan  uang  ini  dikuatkan bahwa  pada  zaman  Nabi  shallallahu  hlaihi  wasallam  juga  terdapat nilai  tukar  (uang),  dan  seandainya  dibolehkan  tentu  beliau memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut, tetapi beliau tidak melakukannya.

Namun  adapula  yang  memperolehkannya  zakat  fitrah  diganti  dengan uang. Adapun yang membolehkan zakat fithrah dengan nilai tukar adalah Madzhab Hanafi.

Zakat  fitrah  wajib  dibayarkan  ketika  terbenamnya  matahari  pada malam  'Id.  Barangsiapa  meninggal  atau  mendapat  kesulitan  (tidak memiliki  sisa  makanan  bagi  diri  dan  keluarganya)  pada  malam  Id sebelum  terbenamnya  matahari,  maka  dia  tidak  wajib  membayar zakat  fitrah.  Tetapi  jika  ia  mendapatkannya  seusai  terbenam matahari,  maka  ia  wajib  membayarkannya  (sebab  ia  belum  terlepas dari tanggungan membayar fitrah).

Ya  Allah  terimalah  shalat·  kami,  zakat  dan  puasa  kami  serta  segala bentuk  ibadah  kami  sesungguhnya  Engkau  Mahakuasa  atas  segala sesuatu.  Shalawat  dan  salam  semoga  dilimpahkan  selalu  kepada  Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya. Amin

B. Zakat Harta atau Mal
1. PengertianZakat mal adalah zakat harta yang dimiliki oleh seseorang karena sudah sampai nisabnya atau batas seseorang harus mengeluarkan zakat. Adapun  hukumnya  zakat  mal  adalah  “fardu  a’in”  atas  setiap  yang memenuhi syarat-syaratnya.

Firman Allah SWT yang berhubungan dengan wajib zakat mal dalam Al- qur’an  surat  At-taubah  :  103    Artinya  ;          Ambilah  dari  harta  mereka sedekah  (zakat)  untuk  membersihkan  mereka  dan  menghapuskan kesalahan mereka……” (Q.S. At-taubah, 9 : 103 )

2.   Syarat-syarat wajib Zakat Mal
Islam,  Merdeka (bukan budak),  Hak milik sempurna,  Mencapai nisab,  Masa memiliki sampai satu tahun, kecuali tanaman dan buah-buahan


Bagaimana  dengan  zakat  harta  berupa  gaji.  Sepertinya  kita  bisa memahami  dengan  membaca  penjelasan  yang  ada  dalam  Kitab  Al- Fatawa Asy-Syarâ sebagai berikut:
Barangsiapa  memiliki  uang  yang  telah  mencapai  nishabnya,  kemudian dalam  waktu  lain  kembali  memperoleh  uang  yang  tidak  terkait  sama sekali  dengan  uang  pertama  tadi,  seperti  uang  tabungan  dari  gaji bulanan,  harta  warisan,  hadiah,  uang  hasil  penyewaan  rumah  dan lainnya,  apabila  ia  sungguh-sungguh  ingin  menghitung  dengan  teliti

haknya  dan  tidak  menyerahkan  zakat  kepada  yang  berhak  kecuali sejumlah  harta  yang  benar-benar  wajib  dikeluarkan  zakatnya,  maka hendaklah ia membuat pembukuan hasil usahanya. Ia hitung jumlah uang yang  dimiliki  untuk  menetapkan  haul  dimulai  sejak  pertama  kali  ia memiliki  uang  itu.  Lalu  ia  keluarkan  zakat  dari  harta  yang  telah ditetapkannya itu bila telah genap satu haul. 

Jika  ingin  cara  yang  lebih  mudah,  lebih  memilih  cara  yang  lebih  sosial dan  lebih  mengutamakan  fakir  miskin  dan  golongan  yang  berhak menerima zakat lainnya, maka ia boleh mengeluarkan zakat dari seluruh uang  yang  telah  mencapai  nishab  dari  yang  dimilikinya  setiap  kali  telah genap  satu  haul.  Dengan  begitu  pahala  yang  diterimanyaa  lebih  besar, lebih  mengangkat  derajatnya  dan  lebih  mudah  dilakukan  serta  lebih menjaga  hak-hak  fakir  miskin  dan  seluruh  golongan  yang  berhak menerima zakat.

Hendaklah  jumlah  yang  berlebih  dari  zakat  yang  wajib  dibayarnya diniatkan  untuk  berbuat  baik,  sebagai  ungkapan  rasa  syukurnya  kepada Allah  atas  nikmat-nikmatNya  dan  anugrahNya  yang  berlimpah.  Dan mengharap  agar  Allah  menambah  karuniaNya  itu  bagi  dirinya. Sebagaimana firman Allah.

Artinya  :  Jika  kamu  bersyukur  maka  Aku  akan  tambah  nikmatKu  bagi kamu [Ibrahim : 7]

4.   Orang yang berhak menerima zakat (mustahik)
1)   Fakir, yaitu orang yang tidak memiliki harta.
2)   Miskin,  yaitu  orang  yang  memiliki  pekerjaan  tetapi  tidak  mampu
mencukupi kebutuhab hidup
3)   Amil,  orang  yang  diberi  tugas  untuk  mengumpulkan  dan
membagikan zakat
4)   Mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama islam
5)   Riqab,  yaitu  orang  yang  dijanjikan  oleh  tuannya  untuk
Dimerdekakan
6)   Garim, yaitu orang yang mempunyai batang hutang
7)   Sabililah, yaitu orang yang berjualan dijalan Allah
8)   Ibnu  Sabil,  yaitu  orang  yang  mengalami  kesulitan  dalam perjalanan


5. Manfaat Zakat dalam kehidupan
1)  Menolong orang yang lemah
2)  Membersihkan diri
3)  Ungkapkan rasa syukur
4)  Menanamkan sikap pemurah dan menghilangkan sifat kikir


Demikian mengenai Zakat Fitrah dan Zakat Mal, semoga menjadi bahan bacaan dan ilmu yang barokah bagi kita semua, terima kasih sudah mampir ke blog kami..



DOWNLOAD JUGA:
1.     Permnedikbud No 8 Tahun 2020 Tentang Juknis BOS 2020 | download
2.     Permendikbud No 19 Tahun 2020 Tentang Perubahan Juknis BOS 2020 Anggaran Dana Covid-19 | download
3.     Contoh RKAS Tahun 2020 Sesuai Juknis BOS Permendikbud No 8 Tahun 2020 | download
4.     Contoh RKAS Perubahan Tahun 2020 Sesuai Juknis BOS Permendikbud No 19 Tahun 2020 | download

5.     Komponen Pembiayaan Dana BOS Tahun 2020 Sesuai Juknis BOS Permendikbud No 19 Tahun 2020 | download

Berlangganan update artikel terbaru :

Belum ada Komentar untuk "ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT HARTA ATAU MAL"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel